Hakikat Pasrah yang Salah

Pasrah bukan berarti menyerah tanpa perlawanan. Pasrahnya manusia Jawa adalah mengemban amanat (anugerah) yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Pasrahnya seorang yang Islam adalah bertawakal pada Allah Swt. Selengkapnya simak di Bincang Syariah.

Posted in Artikelku di BincangSyariah.com | Leave a comment

Strategi Meraih Beasiswa, Menerbitkan Buku atau Memulai Usaha Mandiri

Proses meraih beasiswa  tidak mudah namun bukan berarti tidak punya cara jitu untuk menyelesaikannya. Sama seperti proses menulis, sebelum menerbitkan hasil tulisan, seorang penulis harus menaati beberapa tahapan. Semua itu dimulai dari IDE atau Cita-cita.

Disarikan dari buku fenomenal Scott Belsky “Making Ideas Happen”, untuk bisa mewujudkan ide ataupun cita-cita kita harus:

Mengorganisasikan ide tersebut dengan sangat baik. Awalnya mungkin kita merasa minder. Atau mungkin kurang yakin mampu mendapatkan beasiswa. Tetapi, ingatlah rumus:

KREATIVITAS x PENGORGANISASIAN = DAMPAK.

100 x 0 = 0

Artinya, sekalipun kita berbakat dalam suatu bidang yang hendak kita capai, tetapi kita nol dalam pengorganisasian, maka hasilnya NIHIL.

Untuk itu, kita harus berpedoman pada rumus:

50 x 2 = 100

Artinya, meskipun bakat kita sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, kita tetap bisa meraih cita-cita alias mewujudkan ide karena kita telah melakukan pengorganisasian dengan baik.

Lakukan AKSI. Punya banyak ide memang baik tapi bukan tahapan tepat untuk mewujudkannya. Satu ide yang dikerjakan dengan pengorganisasian yang baik akan lebih cepat terwujud ketimbang menghabiskan waktu memikirkan banyak ide. BERAKSI adalah kunci utama setelah memiliki ide atau cita-cita.

shield-229112_960_720

dokumentasi pixabay

Jika dalam suatu langkah aksi kita menemukan kerumitan, ada baiknya kita melompat pada langkah aksi lain yang sudah kita tulis dalam daftar. Untuk menghemat waktu, tulislah kata kerja sebagai awalan dari langkah aksi yang kita tulis di daftar. Misalnya:

Uji coba ulang kemampuan TOEFL…

Buat skema prioritas…

Tulis persiapan kuliah…

Ritual Urusan Belakang. Merupakan proses di mana kita menyimpan ragam ide yang belum terpakai di dalam media apapun. Bisa kita simpan di catatan, smartphone, notes desktop laptop dan seterusnya. Jangan buang ide atau angan-angan apapun yang telah dicatat. Suatu waktu kita memerlukannya sebagai pengganti ide sebelumnya atau sebagai pelengkap. Kita akan tinjau Urusan Belakang ini ketika ada kendala dalam Langkah Aksi.

Referensi. Hampir sama dengan Urusan Belakang. Bedanya, berisi catatan-catatan kita tentang materi pendukung ide atau cita-cita yang hendak kita wujudkan. Misal:

Kumpulan PDF Kajian Agama untuk kuliah Filsafat Kajian Agama

Catatan dari Web, Situs dan Platform online pendukung kuliah

Catatan hasil diskusi dengan penulis, penerima beasiswa, atau pengusaha nomor satu di ibukota

Posted in Tips Beasiswa | Leave a comment

[Leuwiliang Story] Mejik

Kok sayurnya masih penuh, Teh?” Sapa saya pada Teteh penjual sayur yang dipikul. Dia baru saja meletakkan dagangannya di teras depan rumah saya. Setelah menegak segelas air minum, dia mulai bercerita. “Jadi tuh, Teh… di sini, tukang sayur saingan saya pakai mejik biar pelanggan saya pada males beli ke saya…”

*

Sejak pindah ke Leuwiliang, sapaan orang lain terhadap saya berubah. Semula “mbak” menjadi “teteh”, yang tadinya “mpok” jadi “Mama Lyubi”. Beberapa bahkan mengikuti apa yang saya inginkan, “Mami Lyubi”. Bagaimanapun, saat ini saya lebih sering dipanggil Teh Mira atau Mama Lyubi.

Pindah ke Leuwiliang bukan sebuah cita-cita yang saya dan suami rangkai sejak pacaran. Dulu, kami berniat tinggal di Kalimantan atau Sulawesi. Mengapa? Kami ingin menikmati hidup di luar pulau Jawa. Kami ingin tahu bagaimana perjuangan orang luar Jawa yang masih minim fasilitas. Tapi rejeki kami berbeda. Semua di luar perencanaan kami. Suami tidak jadi bekerja di Kalimantan. Beliau diterima di Jakarta dan kami menetap di sana sejak Maret 2017.

Singkat cerita, November 2018 ini kami akhirnya bisa pindah ke Leuwiliang. Salah satu kecamatan kecil di Bogor tepatnya di kelurahan Leuwimekar. Di rumah sederhana ini kami memulai sebuah perjuangan. Kami sadar, di manapun kami menjalani rumah tangga, masalah akan selalu ada. Yang penting, kami saling menopang satu sama lain.

Leuwiliang sebenarnya bukan desa yang buruk bagi kami untuk memulai kehidupan baru. Dengan anak satu, kami mulai menyusun ulang apa yang selama ini kami cita-citakan. Kami percaya, di manapun kami memulai rencana baru, pasti ada cerita-cerita menarik dan bisa kami tulis untuk kenangan di masa tua.

Dan di sinilah cerita itu muncul…

Saya berjumpa dengan seorang teteh penjual sayur pikul bersama ayahnya. Mereka berdua naik turun bukit keluar masuk kampung untuk menjajakan dagangan. Sejak perjumpaan pertama kami, saya merasa cocok. Saya pun meminta si teteh ini untuk menghampiri rumah saya tiap pagi. Dagangan si teteh terbilang cukup murah untuk sayur mayur namun tidak untuk daging ayam. Setidaknya, udang dan ikan sangat murah dibandingkan harga di Jakarta. Hampir setiap hari kami makan ikan laut (tongkol, salem, udang).

Biasanya, ketika sampai di rumah saya, dagangan teteh sudah berkurang separuh. Tapi, suatu pagi yang panas dia datang kelelahan sambil bersusah payah melangkah. Dia ambruk di depan pintu rumah saya sementara saya tergopoh-gopoh menyodorkannya air minum.

Kok sayurnya masih penuh, Teh?” Sapa saya pada Teteh penjual sayur yang dipikul. Dia baru saja meletakkan dagangannya di teras depan rumah saya. Setelah menegak segelas air minum, dia mulai bercerita. “Jadi tuh, Teh… di sini, tukang sayur saingan saya pakai mejik biar pelanggan saya pada males beli ke saya…”

Mejik atau MAGIC yang dimaksud tentu sihir. Ilmu hitam yang digunakan untuk menjampi-jampi orang. Tukang sayur yang memakai mejik adalah tukang sayur dengan motor. Menurut si teteh ini, salah satu pelanggannya mengaku, setiap dia dan ibu-ibu lain dengar dia berteriak, “Sayuuur….yuuur…sayuuur…” mereka malas keluar.

“Boro-boro belanja sama teteh, buka pintu aja malas…”

Dari situ, si teteh mempelajari jejak-jejak mejik alias ilmu hitam. “Ya sudahlah, Teh… saya hanya percaya, rejeki saya inshaAllah nggak akan ke mana…” begitu tuturnya pada saya.

Saya pikir, itu hanya kebetulan saja. Bisa jadi, memang ibu-ibu itu sedang malas kemarin hari. Jadi, dagangan si teteh masih penuh. Atau bisa juga dibalik, bahwa kemarin itu belum rejekinya si teteh dibeli dagangannya… tapi, pikiran saya jadi sedikit berubah setelah suami saya cerita selepas pulang meronda.

Ya, meronda.

Beberapa waktu lalu ada tiga motor hilang di Blok bawah. Yang awalnya absen ronda pun jadi giat. Ronda akan jadi ramai jika ada yang baru saja kemalingan. Entah mengapa begitu. Entah mengapa orang Indonesia suka sekali menunda perbuatan baik. Harus tunggu musibah dulu baru bergegas memperbaiki.

Suami saya cerita, bahwa saat ronda selepas rapat paguyuban (kami belum punya RT apalagi RW), warga menemukan sebilah pedang seperti samurai di antara rumput ilalang yang tengah dibabat. Bagaimana bisa ada orang menyimpan pedang begitu tajamnya di sana?

Suami saya berkesempatan mengecek pedang tersebut. Dia punya kemampuan “menganalisis” benda-benda yang berelasi terhadap praktik-praktik sihir. Bagaimanapun, dia meyakini saya bahwa itu memang pedang yang ‘tidak biasa’. Pertama, pedang itu bukan belati biasa yang dimiliki petani atau pekerja ladang. Suami saya telah menghabiskan masa kecil dan remajanya di sawah karena kakeknya petani sejati. Dia tahu betul peralatan dan perkakas apa saja yang jadi andalan dan kebanggaan kakeknya dalam bercocok tanam.

Kedua, pedang itu diasah cukup kasar, sepertinya dengan batu dan bukan dengan gerinda sehingga ketajamannya tidak rata namun menciptakan sisi-sisi kilat belati yang mengerikan. Ketiga, bukankah suatu kejanggalan ada pedang di antara rerumputan yang baru saja dibabat habis?

Ternyata, ketua paguyuban yang sudah Haji itu menggelontorkan cerita. Di malam pencurian motor itu terjadi, dia seperti terkena ajian sirep. Si Pak Haji yang konon kuat lek-lek-an sampai tengah malam tiba-tiba ketiduran dan bablas sampai lewat subuh. Padahal, dia sedang fit, tidak kelelahan sama sekali. Seperti ada yang meminta tubuhnya untuk istirahat. Dan, disusul beberapa orang lain yang mengaku malas keluar rumah, malas meronda, juga malas bahkan sekedar buka jendela…

“eta teh ajian sirep… udah pasti eta mah…”

Beberapa warga yang memang asli Leuwimekar mengiyakan ajian sirep itu berupa pedang yang diletakkan di tanah dekat Blok perumahan korban pencurian.

“Seperti menanam benda untuk senjata (penjagaan)”

Dan ternyata, hal itu lumrah di sini. Lumrah dikatakan sebagai praktik-praktik dari sihir, dari mejik yang juga dipercaya si teteh yang asli kampung sini.

Saya tidak tahu hendak memutuskan bagaimana sebagai ending dari cerita ini. Namun yang jelas, mejik masih menjadi praktik manusia Indonesia saat ini.

Apakah kamu percaya mejik?

Posted in Journal | Leave a comment

Protected: Program Persiapan Kuliah S2 di Rusia

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Journal

HOW TO MAKE INDONESIAN SOTO AYAM

SOTO-AYAM-SOLO

dokumentasi Google

This recipe is mine. Actually there is so many recipes using VARIETY KIND OF HERBS such as cinnamon, clove, cardamom, cumin, etc… but I am not put them in my Soto Ayam to make it more simple. I present this recipe for my B-E-A-utiful sister Eman Ibrahim (which having her last trimester pregnancy). She used to live in Indonesia for a year. And now, the hormone asks her to eat some Indonesian food. I hope she like it!

RECIPE FOR TWO PERSON

FIRST STEP

Prepare the herbs first! I believe you know some of these herbs but in case you missed it, I post with the pictures. Thank me later!

HERBS (better prepare in seeds or fresh not ground)

41NChacnJ4L

2 teaspoon white pepper seeds

diet-nutrition_cooking-cookware_cooking-with-spices-ginger_1440x1080_000084676943-1024x768

3 cm fresh ginger (choose the big one) peel it

 

semillas-de-coriandro-cilantro-genetica-mejorada-jardin-D_NQ_NP_741591-MLA25941192600_092017-F

2 teaspoon coriander seeds (fry it first without any oil until the aroma comes out, around 1 minute in low heat)

candlenut

5 candlenuts. (treat the same with coriander seeds)

986_galangal2

5 cm Galangal (peel and bruise it)

3659093945_3f08ef51e2

10 fresh Kaffir Lime Leaves (you can use the dry one also) tear the leaves

Ground and mashed turmeric

5 or 7 cm fresh Turmeric (peel it)

daun salam kering

5 fresh or dry Bay Leaves

lemongrass-benefits

2 stalk fresh Lemongrass (we only use the bottom, bruise it)

32949374-heap-of-garlick-on-the-wooden-background

10 clove garlic (peel it and pick 10 big cloves)

Peeled-Shallots

15 cloves Shallot (this picture is peeled shallot)

 

STEP TWO

MAKING THE SPICE:

a) The herbs you have to blend: Ginger, white pepper seeds, turmeric, coriander seeds and candlenuts after fry them without oil. Blend them all using blender or food processor, 15 cloves of shallots and 10 cloves of garlic with a little bit water until soft. (we call this team as A)

b)Put in another plate: Bruised Lemongrass, Bruised Galangal, Teared Kaffir Lime Leaves, and Bay Leaves. (we call this team as B)

STEP THREE

COOKING THE SPICE

  1. Heat a medium pan using the medium heat.
  2. Heat 5 tablespoon of vegetable oil (you can subtitute with canola oil or olive oil since its better for you than vegetable oil).
  3. Add the SPICE team A and B together and stir them.
  4. Stir them until the aroma comes out and the appearance looks cooked. (around 5 minutes) in medium high heat. Do not get the spice turn into brown colour, okay! The colour when it’s done is dark yellow but not brown.
  5. Turn off the heat and let it cool. Here is the picture after cool:

BumbuSotoLamongan

STEP FOUR

CLEAN THE CHICKEN THOROUGHLY. This is the important step, otherwise the soup will smell fishy. I always clean the chicken in two steps. First, wash it in running water. Then rub the chicken with 1 tablespoon of salt. Rub it in a minute then wash it in running water again. Second, put the chicken in a bowl. Squeeze a lemon, a little bit water and rub it softly. And then put the chicken in a fridge for a night. Or, in an hour. Wash it once more before you cook the chicken or the taste will be sour because the lemon squeeze.

To make Soto Ayam, pick a big Chicken Breast. Only the breast part. But, if you like, of course you can have a WHOLE CHICKEN!

Skin-On20Chicken20Breast20-20Product201-6

I prefer to choose the chicken breast with skin. Or you can choose skinless.

STEP FIVE

MAKING THE SOUP

  1. Boil water in a pot. (adjust the water with how much the chicken you will put in. dont put water too much or even too less. Just make sure the water will equal with the chicken and the spice)
  2. After boiled, add the fried Spice and the chicken breast. Cook until done. (around 30-45 minutes) in a low heat. Cover the lid.
  3. After 30 minutes, add salt, sugar and chicken stock powder (if you like). The amount of salt and sugar is depend on your taste. But I suggest you just need a little bit sugar, dont add it too much. Just a pinch or two. After you taste its good, turn off the heat.
  4. Lift up the chicken breast from the soup. Let it cool first then fry in vegetable oil (or another type of oil you like) until the chicken breast colour turn into a beautiful golden brown. After cool, shred the chicken breast. Put the shredded chicken on a plate. (If you dont want the chicken be fried, you can just lift up from the soup, let it cool and shred/tear it. The taste good also)

STEP SIX

PREPARE THE STUFFING SOUP. Stuffing below are usually what I eat, but if you dont like one of  them you can skip or subtitute with something you like. Example, you dont like potato, you can skip it or subtitute with carrot instead.

  1. POTATO. Cut into cubes and fry it until done. Or if you dont like it fried, you can steam the potato. More healthy, Eman! (I know you a lot)
  2. EGGS. Boiled eggs and cut into two.
  3. Slice Spring Onion and Celery thinly.
  4. Boiled Glass Noodles
  5. Boiled Bean Sprouts (boil quick, just a half minute)
  6. Making rice (nasi)

STEP SEVEN (LAST STEP) finally!

HOW TO SERVE SOTO AYAM?

  1. Prepare a clean bowl.
  2. Add the nasi.
  3. Add shredded chicken, glass noodles, boiled eggs, fried/steamed potato, boiled Bean Sprouts, Sliced Spring onion and celery on top of the nasi. (you can squeeze a small cut of lemon also!)
  4. Pour the soup (dont forget to re-heat the soup before you pour it into bowl, the soup must be HOT)
  5. ENJOY!

 

P.S : I am not responsible of exhaustion. GOOD LUCK!

Posted in Kitchen of Bolshaya Mira | Leave a comment

Menghibur dan Belajar Bersama Bayi (Bagian Lima)

child-652552_960_720

dokumentasi pixabay.com

Halo, Sleepless Mommies

Setelah Mommies yang memiliki anak perempuan dihadapkan oleh stigma, mungkin hal terburuk sesudahnya adalah tradisi sunat bagi perempuan yang masih ada di lingkungan Mommies. Percaya atau tidak, tradisi itu masih ada sampai kini. Bahkan, tenaga medis mempraktikannya!

Saya tahu karena sewaktu saya lahir, perawat menyunat saya. Padahal, saya lahir di salah satu rumah sakit besar di Ibu Kota Jakarta. Pada masa itu pula, sepupu-sepupu saya lainnya mengalami hal serupa. Hal ini sangat disayangkan mengingat sunat perempuan tidak memiliki faedah apapun terkait kesehatan jiwa maupun fisik anak perempuan. Selain itu, mestinya petugas medis pun tidak mempraktikkan sunat perempuan dikarenakan tahu bahaya-bahaya yang diakibatkan sangat besar.

Sunat perempuan juga tidak berlaku saat bayi perempuan lahir saja. Di beberapa negara lain yang juga masih mempraktikkan hal serupa seperti di Afrika dan Timur Tengah, sunat perempuan disertai upacara adat atau pesta dan dilakukan pada anak perempuan yang sudah beranjak remaja. Lebih mengerikan bukan?

Tradisi yang menyimpang tersebut memiliki beberapa corak. Di antaranya:

  1. Sunat pada klitoris sebagian atau seluruhnya dibuang.
  2. Klitoris dipotong bersamaan dengan lipatan kulit bagian luar vagina (labia mayora)
  3. Infibulasi yaitu pemotongan bagian luar vagina dan vagina dijahit rapat hampir seluruhnya serta hanya disisakan lubang kecil saluran kencing dan haid. Ini  corak yang paling berbahaya.

Tentu saja tradisi sunat perempuan tersebut, ketiga coraknya akan berdampak pendarahan hebat, infeksi parah, atau meninggalnya perempuan yang disunat. Belum lagi, jika sunat dilakukan pada anak perempuan yang beranjak remaja, akan membuatnya syok dan mengganggu kesehatan mentalnya.

Di dalam budaya jawa, tradisi sunat perempuan (seperti yang saya alami sewaktu bayi) tidak menggunakan salah satu corak yang sudah dipaparkan di atas. Klitoris hanya dilukai sedikit sehingga darah yang keluar pun sedikit. Namun, tetap saja hal ini membahayakan walau sudah dilakukan oleh tenaga medis sekalipun. Luka gores pada klitoris bisa mengakibatkan infeksi dan demam pada bayi.

Apapun landasan sunat perempuan usahakan jangan dilakukan ya Mommies. Secara medis, anak perempuan tidak diperlukan untuk sunat karena tidak memiliki daging berlebih seperti pada kulup laki-laki. Adapun kulup laki-laki harus disunat bukan semata-mata perintah agama (seperti yang ada di dalam Islam misalnya). Melainkan karena kulup yang tidak disunat akan menimbun kotoran dan itu tidak menyehatkan.

Ke depannya, bayi perempuan yang disunat maupun digores klitorisnya akan mengalami beberapa masalah kesehatan. Problema itu akan muncul di masa-masa remaja dan dewasa seperti:

  1. masalah seputar datang bulan (seperti saya, datang bulan tidak beraturan bahkan pernah sampai tidak haid enam bulan lamanya. sekalinya haid, perut sangat sakit).
  2. masalah seputar hubungan seksual.
  3. masalah selama dan sesudah persalinan.
  4. air seni dan tinja bocor.
  5. menyebabkan kemandulan.
  6. rasa sakit terus menerus.
  7. masalah kesehatan mental.

Dirangkum dari Where women have no doctor karya A. August Burns, Ronnie Lovich, Jane Maxwell dan Katharine Shapiro.

Posted in Sleepless Mommy: A Parenting Stuff | Leave a comment

Menghibur dan Belajar Bersama Bayi (Bagian Empat)

Halo, Sleepless Mommies

siblings-817369_960_720

dokumentasi pixabay.com

Teruntuk Mommies dengan bayi perempuan. Pada kesempatan ini, saya ingin membagi diskusi pertama terkait anak perempuan. Yaitu tentang stigma memiliki anak perempuan yang masih santer di kalangan masyarakat Indonesia.

Mommies tentu masih ingat. Ketika bayi lahir, dokter atau petugas kesehatan akan memberi tahu jenis kelaminnya. Misalnya sewaktu saya melahirkan Lyubi. Dokter langsung berkata, “selamat Ibu, anaknya perempuan. cantik sekali.” Mungkin jika laki-laki, “selamat Ibu,  anaknya laki-laki, ganteng sekali.” ya kan?

Nah, bukan masalah cantik atau gantengnya ya Mommies. Rupanya, di Indonesia ini masih banyak lho perempuan atau orangtua yang mendambakan anak pertama mereka anak laki-laki. Bayangkan, kalau selama penantian 9 bulan lamanya berharap memiliki anak laki-laki namun ternyata dokter berkata, “selamat Ibu, anak ibu perempuan.” Nah, kira-kira bakal stres nggak ya?

Stigma masyarakat terhadap anak perempuan masih cukup variatif dan luas. Perlu kajian langsung di masyarakat meski omongan sana-sini sudah sering didengar. Dua bulan sebelum melahirkan Lyubi, salah satu kawan saya mencurahkan isi hatinya. Katanya, ada sesepuh yang ia kenal berkeyakinan bahwa anak perempuan adalah karma. Karma dari apa? Karma dari perbuatan ayahnya yang dulu pernah “menghinakan” perempuan. Jadi, sesepuh itu berharap kalau punya anak ya usahakan punya anak laki-laki.

Anehnya, harapan untuk punya anak laki-laki itu banyak diinginkan para sesepuh dengan menitikberatkan pada ibu yang tengah mengandung. Padahal, jika dipelajari secara ilmiah, tidak ada kaitannya penentuan jenis kelamin bayi dengan ibu yang mengandung.

Dari seluruh sel sperma yang masuk ke rahim hanya akan ada SATU SEL saja yang mampu membuahi sel telur. Jika sel ini laki-laki maka bayi akan berkelamin laki-laki. begitupun jika sel ini perempuan, maka bayi akan berkelamin perempuan.

Artinya, sel sperma dari suami (bapak dari bayi) adalah penentu apakah bayinya laki-laki atau perempuan. Hal itu juga merupakan suatu ketidak adilan jika keharusan memiliki bayi berkelamin laki-laki menjadi tanggung jawab seorang ibu yang mengandung. Selain itu, penuntutan macam itu, adalah hal tidak terpuji karena laki-laki dan perempuan diciptakan sederajat oleh Tuhan. Masing-masing memiliki peran, kelebihan dan kekurangan.

Memiliki anak perempuan baik sebagai anak pertama, kedua, dan mungkin seterusnya bukanlah aib. Anak perempuan dan laki-laki sama-sama baiknya, dan sama menyenangkannya dalam memelihara mereka.

Posted in Sleepless Mommy: A Parenting Stuff | Leave a comment

Menanamkan Cinta pada Anak, Bukan Takut

Seringkali orangtua mengajarkan pada anaknya untuk takut kepada Tuhan (Allah Swt). Ternyata, cara tersebut bukanlah hal yang tepat. Bagaimana jika anak diajarkan untuk memiliki cinta dan bukan takut? Simak penjelasannya hanya di bincangsyariah.com

https://bincangsyariah.com/khazanah/menanamkan-cinta-pada-anak-bukan-takut/

Posted in Artikelku di BincangSyariah.com | Leave a comment

Menghibur dan Belajar Bersama Bayi (Bagian Tiga)

breast-feeding-1709705_960_720

dokumentasi pixabay.com

Dear Sleepless Mommies,

Peran sebagai ibu baru saja dimulai. Mommies sudah melewati sembilan bulan masa penantian, dan momen melahirkan yang luar biasa. Si kecil kini hadir di hadapan Mommies. Mari penuhi hak kesehatannya dengan salah satunya memberi ASI eksklusif selama enam bulan.

Mommies, Begitu banyak pertanyaan mengapa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir. Di dalam kesempatan ini, saya akan merangkum beberapa informasi terkait manfaat ASI. Semoga bermanfaat.

  • ASI membuat bayi sehat dan kuat.
  • Memberikan ASI pada bayi segera setelah melahirkan akan membantu rahim menghentikan pendarahan. (Saya telah membuktikannya benar).
  • ASI melindungi bayi dari penyakit dan infeksi. Hal ini dikarenakan pengubahan tubuh ibu dalam melawan penyakit diberikan melalui ASI.
  • Dengan memberikan ASI, sang ibu akan terhindar dari penyakit seperti kanker dan osteoporosis (pengeroposan tulang).
  • Pemberian ASI bersifat fleksibel (mudah diberikan di mana saja, kapan saja, selalu bersih dan suhu ASI adalah suhu yang tepat bagi mulut dan pencernaan bayi).
  • Dengan menyusui ASI secara langsung terjadi ikatan (bonding) emosi antara ibu dan bayi.
  • Bagi sebagian perempuan yang menyusui ASI, bisa menjadi KB alami.
  • ASI diperoleh tanpa biaya sama sekali alias gratis!

Dengan manfaat luar biasa ini, Mommies tentu tidak ingin melewatkannya. Meski pada kenyataannya terdapat beberapa kendala bagi sebagian Mommies sehingga tidak dapat menyusui dengan ASI seperti kondisi puting datar atau tenggelam. Namun bukan berarti tidak dapat diantisipasi.

TIPS memberikan ASI

  • Berikan ASI dari kedua belah payudara. namun, biarkan bayi menyusu dari satu payudara sebelum ditawarkan payudara kedua.
  • ASI yang berwarna lebih putih lebih kaya lemak. Bayi membutuhkan lemak ini maka biarkan bayi menghabiskannya, jangan terburu ditawarkan payudara kedua.

 

Sumber bacaan:

Where women have no doctor karya A. August Burns, Ronnie Lovich, Jane Maxwell dan Katharine Shapiro.

Posted in Sleepless Mommy: A Parenting Stuff | Leave a comment

Menghibur dan Belajar Bersama Bayi (Bagian Dua)

baby-21167_960_720

dokumentasi pixabay.com

Hai Sleepless Mommies,

 

Sebagai ibu muda, saya mengerti bahwa mencoba memberikan ASI bagi bayi adalah suatu hal yang tidak mudah. Artinya, tidak semua ibu berhasil menyusui anaknya, karena satu dan lain hal. ASI tidak keluar, puting payudara masuk ke dalam, atau bahkan mengalami baby blues.

Ketika saya melahirkan Lyubi melalui operasi cesar, saya mengalami kesulitan untuk duduk. Ya, tentu bekas jahitan di perut dan sisa obat bius masih mempengaruhi tubuh untuk bergerak. Akan tetapi, saat Lyubi dibawa perawat masuk ke ruangan saya, ada semangat kuat dari dalam diri untuk segera pulih dan bisa menyusui.

Dokter yang berkunjung pun membantu saya mengeluarkan ASI pertama kali. Rasanya sakit luar biasa. Namun, dokter mengatakan bahwa saya sudah siap menyusui. Terus menyusui walau yang keluar baru sedikit, begitu saran dokter. Saya mengikuti saran tersebut dan puji syukur sampai hari ini ASI saya semakin lancar.

Belajar dari pengalaman tersebut, saya mengambil beberapa poin penting. Bagi ibu hamil yang sudah memasuki trimester akhir lebih ada baiknya jika:

  1. Mulai merangsang puting payudara dengan menarik-narik lembut. Tujuannya, agar setelah melahirkan, puting tidak masuk ke dalam payudara dan siap menyusui. Saya mulai melakukan ini di kehamilan bulan delapan.
  2. Membersihkan puting setelah mandi dengan air matang hangat yang sudah diberi baby oil. Usapkan perlahan dengan kapas.
  3. Melakukan massage (pijatan) halus pada payudara dengan gerakan memutar searah jarum jam saat mandi.
  4. Berpikir positif dan berdoa agar kelak setelah melahirkan, ASI bisa keluar lancar.

Setelah melahirkan, Mommies juga perlu:

  1. Niat menyusui. Sepertinya sepele, terdengar hanya sekedar “niat”. Sesungguhnya, menyusui bukanlah hal yang mudah. Tanpa niat yang kuat, seorang ibu kemungkinan tidak dapat menyusui anaknya. Niat juga dapat diartikan sebagai kemauan. Tidak sedikit ibu muda yang baru melahirkan merasa khawatir bentuk payudaranya akan berbeda jika menyusui. Atau, enggan menyusui karena takut sakit. Untuk itu, niat merupakan unsur paling penting sebelum menyusui. Yakinlah bahwa ASI sudah menjadi PAKET LENGKAP seorang ibu yang melahirkan. Pasti akan keluar jika ada kemauan dan usaha.
  2. Konsumsi makanan berprotein, berserat, menu gizi seimbang dan banyaklah minum air putih.
  3. Rileks, berpikir positif, dan berserah diri. Jika stres, ASI tidak keluar atau keluar hanya sedikit.
  4. Susui bayi sesering mungkin. Saat menyusui pun, susui bayi dengan hati lapang dan perbanyaklah berdoa karena dengan doa seorang ibu akan semakin kuat mentalnya dan juga berpengaruh baik kepada kejiwaan bayi.
  5. Perah ASI dengan alat perah jika ASI terasa penuh dan mulai menyebabkan sakit. Karena jika ASI banyak  tertimbun di payudara, bisa menyebabkan Mastitis. Atau jika tidak, susui bayi saat ASI terasa penuh.

Mommies,

Menyusui adalah aktifitas wajar dan alami bagi seorang ibu. Jangan khawatir payudara akan berubah. Khawatirlah jika Mommies tidak dapat memberikan yang terbaik bagi buah hati. Dan, berbahagialah karena Mommies telah berjasa dalam memelihara buah hati dan membuatnya sehat!

Posted in Sleepless Mommy: A Parenting Stuff | Leave a comment