Belajar Bersama Anak: Cerita tentang Dongeng

Mommies,

Tentu semua orangtua mengingkan anaknya tumbuh dengan pribadi  yang baik. Jujur dalam berkata dan berbuat, ikhlas dalam menolong serta pandai bersosialisasi. Sayangnya tidak semua orangtua memiliki kesadaran bahwa semua itu perlu dipupuk sejak dini. Salah satu metode terbaik untuk mengasah keterampilan sosial dan jiwa baik anak adalah dengan mendongeng!

Dikutip dari Keajaiban Mendongeng , ternyata ada beberapa tips jitu dalam memilih jenis dongeng untuk anak. Alasannya, tidak semua dongeng relevan dengan usia anak. Beberapa di antaranya baru bisa diterima anak ketika beranjak remaja. Beberapa tipe dongeng itu ialah:

  • Tipe Orientasi Relativis-Instrumental

Anak-anak yang terbiasa didongengkan jenis ini akan memiliki imajinasi tentang sosok pahlawan dan arti perbuatan baik. Anak akan belajar bagaimana perbuatan baik akan memiliki dampak yang baik pula. Setiap perbuatan baik akan diberikan jalan yang mudah dan menyenangkan pada akhirnya. Jenis dongeng seperti ini bisa ditemukan dalam cerita-cerita pahlawan atau tokoh-tokoh daerah yang melawan keburukan dengan kebaikan. Dongeng seperti ini cocok untuk anak usia 1 s.d 5 tahun.

  • Tipe Orientasi Hukuman dan Kepatuhan

Dongeng tipe ini merupakan pasangan dari sebelumnya. Anak yang didengarkan dongeng jenis ini akan belajar bahwa perbuatan buruk akan berunjung pula pada keburukan. Orang yang berbuat jahat akan mendapat sanksi. Dengan demikian, Anak juga belajar bahwa daripada dihukum lebih baik berbuat baik karena berbuat baik tidak akan dihukum. Dongeng tipe ini cocok untuk anak usia 5 s.d 7 tahun.

  • Tipe Konformitas Interpersonal

Pada tahap ini, anak belajar bahwa perbuatan baik tidak hanya menghadirkan kesenangan pada dirinya namun juga mendapat pengakuan dari kelompok sosial (label). Dongeng-dongeng tentang anak yang berusaha untuk mendapatkan banyak teman dengan berbuat baik biasanya cocok untuk merepresentasikan tipe ini. Biasanya diceritakan kepada anak usia remaja sekitar 10 s.d 13 tahun.

  • Tipe Orientasi Hukum dan Keteraturan

Tahap ini merupakan kelanjutan sebelumnya. Anak akan mempelajari dari dongeng Ksatria Malam yang ditunggu warga untuk menjaga mereka dari ancaman naga api bahwa menjadi baik dan diakui tidak cukup. Anak akan belajar bahwa berbuat baik merupakan suatu sikap yang lahir dari kerelaan hati. Ksatria Malam itu, tidak hanya berbuat baik dan diharapkan kedatangannya. Namun juga mau berjuang sampai mati menyelamatkan banyak orang dan desa.

This entry was posted in Sleepless Mommy: A Parenting Stuff. Bookmark the permalink.

1 Response to Belajar Bersama Anak: Cerita tentang Dongeng

  1. Pingback: Pentingnya Menjaga Kebahagiaan pada Anak | mira world web

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s