Menangkap Duka, Mengalir Duka

Siapapun pernah berharap

dan berduka.

Kedukaan itu hakikatnya,

bukan keabadian.

dia hanyalah mula,

dari semua yang kau harap itu.

Biar kau tangkap,

jerit, gesek, lembutnya…

saat kau bertemu muka dengan lautan.

bukankah,

laut telah membuktikan?

seluruh kedukaan

mengalir, menderu ke arahnya dan berpusar.

Laut tak pernah menegurmu,

ataupun aku–tuk berhenti mengalir kedukaan.

dari sana dia melumat semua,

yang kau tangkap senja itu.

dengan lensa kameramu,

yang tak satupun dari temanku sanggup membeli.

kau berduka bertemu muka,

sedang laut mengecipak bahagia!

tangkap! tangkaplah itu, perempuan!

kuingin tahu,

seberapa besar jerih payah manusia

mampu memeluk kesaksian cinta tak bersyarat!

This entry was posted in Literatures. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s