Eksotisme Sastra dan Lagu Indonesia di Rusia

Esai ini dimuat di Rubrik Literasi Sastra Palembang Ekspres pada Senin, 12 Juni 2017

Peringatan Hari Kesusasteraan Rusia setiap tahunnya dikenal juga dengan Pushkinski Dyen Rossi atau Pushkin Day diselenggarakan setiap tanggal 6 Juni. Tanggal kelahiran Aleksandr Sergeyevich Pushkin yang dikenal sebagai Bapak Literatur Rusia itu menjadi bukti bahwa bangsa Rusia memang kaya akan warisan kesusasteraannya. Kajian para sastrawan Rusia tidak terbatas pada kultur negaranya namun juga negara lain termasuk Indonesia. Menurut Vladimir Braginsky, para penulis Rusia tidak mengenali bahasa dan sastra Indonesia sampai setidaknya tahun 1950-an. Para sarjana Soviet menaruh simpati besar terhadap kesusasteraan Indonesia pasca Perang Dunia II. Hal itu dikarenakan, Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa sebuah negara yang baru merdeka diiringi munculnya gerakan pembebasan nasional di wilayah Asia Tenggara (Tomi Lebang, 2010:106-107).

Beberapa karya sastra Indonesia yang mulanya diterjemahkan ke bahasa Rusia adalah dongeng terbitan Balai Pustaka. Kemudian menyusul tulisan-tulisan dari sastrawan angkatan 50-an seperti Pramoedya Ananta Toer, Abdul Muis, Marah Rusli dan kumpulan puisi penyair seperti Chairil Anwar, Sitor Situmorang dan lainnya pada tahun yang sama. Karya-karya tersebut diterjemahkan ke bahasa Rusia dengan semangat revolusi pro-rakyat yang seirama. Bahkan, saking kuat tekad untuk menjembatani ideologi dan kesusasteraan kedua negara, mata kuliah Bahasa Indonesia sudah diajarkan di Moscow Institute of Orientology pada masa awal perang Dunia II berakhir. Proses ini terus berlanjut dengan gigih semasa Soviet bersemayam di Rusia dan sempat mati suri ketika G30S PKI melanda bumi Indonesia serta Orde Baru berkuasa.

Sebelum itu semua, masyarakat Rusia sudah mengenal Indonesia secara mistis sebagai negara kepulauan yang dipercaya layaknya Taman Surga. Lagu Rayuan Pulau Kelapa gubahan Ismail Marzuki diterjemahkan sebagai Strana Rodnaya Indoneziya dan dinyanyikan oleh Maya Golovnya, penyanyi terkenal di masa Soviet. Sebab lagu itu, Indonesia juga dikenal dengan julukan Ostrova Palm (Pulau Nyiur). Sungguh, Indonesia telah dikenang masyarakat Rusia dengan segenap keeksotisan serta kekayaan revolusi sastranya.

This entry was posted in Journalistic. Bookmark the permalink.

2 Responses to Eksotisme Sastra dan Lagu Indonesia di Rusia

  1. Yandekflash says:

    Вы зна́ете свои́ права.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s