Jiwa Manusia dan Cinta

Abdullah Jawadi Amuli, seorang Filsuf dan Mufassir dari Iran mencatat lima gerakan yang terkandung di dalam Alquran. Pertama, gerakan benda-benda di langit. Kedua, gerakan yang turun dari langit ke bumi. Ketiga, gerakan yang keluar dari bumi. Keempat, gerakan dan perubahan yang ada di dalam perut bumi. Dan kelima, gerakan yang terjadi pada ruh manusia. Gerakan terakhir ini dikenal juga dengan istilah ma’rifah an-nafs (pengenalan tentang jiwa).

Dari gerakan tersebut, jiwa manusia dan perjalanannya menjadi salah satu fokus penting. Perjalanan jiwa manusia bermula pada mabda’ (sumber yaitu Tuhan) dan telah melampaui sekian masa dan tempat. Quran mencatat perjalanan jiwa manusia sejak dari sulbi dan rahim sampai berpindah ke masyarakat (dunia). Seperti yang kita tahu tentang konsep perjalanan, ada permulaan dan ada akhir. Demikian itu umat Islam harus mengimani hari akhir. Konsep ini pula yang kemudian menurut Filsuf Amuli menegaskan manusia sebagai makhluk dua dimensi. Selalu memiliki proses, bergerak, menuju arah dan tujuan tertentu.

Perbedaan Pendapat Tak Berarti Condong Pada Kebencian

no-hate-2019922_960_720
sumber pixabay

Di Jakarta saat ini, kasus persekusi marak terjadi. Entah melalui kehidupan nyata maupun sosial media maya. Setiap kubu yang memihak siapapun berpotensi untuk melakukan persekusi. Bisa sebagai oknum maupun benar-benar anggota asli. Kasus persekusi selama dan pasca Pilkada DKI di Jakarta tak luput dari kurangnya kesadaran masyarakat berpikir. Masyarakat dua dimensi yang salah menempatkan kecondongan jiwa mereka.

Konsep manusia sebagai makhluk dua dimensi memperlihatkan perjalanan jiwa manusia yang membutuhkan kecondongan. Dengan kenyataan bahwa manusia memiliki dua unsur; tawalli (cinta) dan tabarri (melepas diri dari sesuatu yang dibenci) memang tidak menutup kemungkinan bagi manusia untuk mencintai kesalahan dan malah menjauhi kebenaran. Namun dalam penciptaan manusia, hati menjadi organ penting yang berperan baik dari segi fisik maupun batin. Di dalam hati itu, jiwa manusia menyimpan pelbagai masalah ruhani.

red-631349_960_720
sumber pixabay

Amuli mengatakan bahwa hati memberikan tempat bagi cinta, cinta memiliki tempat di hati para pecinta dan ruh sendiri adalah wadahnya cinta. Dan manusia tidak sekalipun pernah diciptakan lebih dari satu hati dalam rongga tubuhnya. Untuk itulah manusia semestinya menempatkan kecondongannya pada cinta kebenaran dan bukan pada cinta kebencian. Begitupun pada kondisi masyarakat Jakarta saat ini, pada mereka yang melakukan tindakan persekusi. Semestinya, kecondongan manusia menuju kepada cinta kebenaran dan bukan pada kebencian. Hal ini berlaku sama untuk elemen masyarakat lain yang tidak terlibat persekusi. Sebab, mudah sekali bagi kita untuk mengetahui sesuatu itu baik dan buruk dalam perspektif yang kita pakai namun tidak bijak ketika menerapkannya untuk orang lain. Apapun yang kita pandang saat ini adalah perspektif kita, dan apa yang kita pandang pada orang lain–sejauh dan berseberangan seperti apapun itu tetaplah kacamata yang berasal dari apa yang kita yakini. Dengan demikian, tidak berhak bagi kita untuk menghukumi apa yang kita pandang. Termasuk memberikan kecondongan benci pada manusia yang berbuat salah; dalam hal ini berbuat persekusi. Kita harus mencegah perbuatan itu meluas, kita harus membenci pada perilaku itu agar tidak terjadi pada diri kita namun pelakunya bukanlah kewajiban kita untuk membencinya.

Sebuah wadah yang penuh akan cinta tidak akan pernah memberikan sedikitpun tempat bagi kebencian. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya manusia diciptakan untuk condong pada cinta kebenaran, keadilan dan kedamaian.

Sumber bacaan: Ilmu dan Makrifat adalah Lahan Kecintaan (Tawalli) dan Kebencian (Tabarri) Abdullah Jawadi Amuli; Makna Hari Kiamat dalam Alquran, Sadra Press, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s