Novelku dalam Proses Terbit

IMG_7759
saya sewaktu di Bishkek bersama murid-murid. dari mereka saya belajar; lebih dari sesuatu. mereka inspirasi sejati saya menulis. anak-anak memang penuh teka-teki.

Saat ini, sungguh mudah mengakses karya-karya. Apapun jenis karya itu. Sejak para sastrawan Tanah Air menggemakan suara-suara mereka dalam karya, sejak itu pula selalu lahir karya-karya baru. Seorang penyair terbukti mampu menulari anak muda hingga ia menjadi penyair pula di zamannya. Seolah-olah menggantikan yang lama. Seolah-olah kelahiran selalu menempati tempat sebelumnya. Padahal, tidak sebenarnya demikian. Kelahiran baru boleh jadi suatu gagasan segar namun tak serta merta menggeser para pendahulu yang telah begitu banyak melampaui asam, garam, manis, asin, pahit, pedas, lada hitam, kunyit, temulawak….kehidupan.

Berkali-kali novel saya ditolak penerbit. Tidak tanggung-tanggung, penerbit yang justru memenangkan novel saya itu sebagai peringkat dua se-nasional (menderita kok ngaku banget ya). Mereka mengakui kita bagus, tapi mereka juga tidak berkenan menerbitkan apa yang kita tulis. Buat apa saya menang kalau begitu? Kurang lebih begitu amarah yang ada sewaktu awal penolakan dulu.

Tulisan yang berhamburan tentang pengalaman penulis ternama seperti Rowling dengan Harry Potter-nya (berkali-kali ditolak penerbit) bisa dibilang obat bagi keputus-asaan saya. Sedikit menghibur diri, barangkali novel saya ini bisa mengkhawatirkan penjualan mereka; realitas perempuan muda menyandang status janda di Indonesia, pertemuan antara pemikir moderat dengan konservatif yang mampu bersanding harmonis di Kyrgyzstan, kenyataan bahwa generasi muda perlu diajak untuk sekali lagi, terus merenungkan makna ‘cinta tanah air’ dan lainnyaSiapa sih yang mau baca konsep-konsep begituan? Itu kesan yang saya terima.

template self publishing 135x205 23-05
cover novel Karpinski Street. Garapan salah satu alumni UNS, Bayu Wicaksono.

Toh akhirnya, novel ini pernah mendarat pada salah satu cerpenis (Adiwena Zabda) dan mengangkatnya jadi bahan tugas kuliah S2 di Ilmu Sastra UGM. Saya bersyukur kenal beliau. Saat itu, novel saya ditolak beberapa penerbit tapi dijadikan bahan assignment, bagi saya itu kebahagiaan. Manusia berkepala mirip Ali Syari’ati itu mungkin bergidik atas pujian saya ini (dia emang gitu), tapi saya benar-benar bersyukur atas apresiasinya. (Terkadang manusia lupa bahwa bentuk apresiasi sekecil apapun bisa menjadi sebuah kenikmatan besar. Itu bagian dari kemanusiaan).

Kawan dari si cerpenis ini juga pernah membaca dan berkomentar, “diksinya sih sederhana, alurnya bahkan kayak FTV. Tapi gagasannya itu…filosofis.”

Saya promosi? Tidak. Tenan lho, tidak. Cuma “pemanasan” sebelum terbit, (nyengir kuda). Dua manusia itu yang kemudian membuat saya semangat untuk menerbitkan secara mandiri. Dan ternyata, Mizanstore punya layanan Self Publishing gratis. (Setelah proses ini selesai, saya berencana membuat tulisan review tentang pelayanan Self Publishing Mizan, teman-teman yang tertarik menerbitkan buku mandiri melalui layanan ini bersabarlah menunggu tulisan saya. Semoga benar-benar kesampaian menulisnya).

Saya pikir, di era kini, kebutuhan kita untuk menerbitkan buku secara independen sangat tepat. Peluang itu bisa kita manfaatkan untuk menerbitkan buku-buku yang memuat konsep cinta tanah air, persatuan antar umat bangsa dan berbagai isu perdamaian. Ya, selebihnya akan saya tulis nanti.

Jadi, di tengah kekeringan makna kebangsaan, kejumawaan para koruptor, seretnya pintu rejeki, naiknya harga petai menjelang lebaran, saya umumkan: Novel saya berjudul Karpinski Street akan terbit segera, Insha Allah. Mohon doa restu, semoga niat baik ini bisa menjadi (meski) sekedar angin semilir di tengah kealpaan hati pada makna-makna bahagia kehidupan.

Salam,

M. K. Wirawan

P.S:

Tertarik untuk pre-order? Atau mau tanya-tanya doang (silaturahim) juga boleh. Hubungi saya melalui email di sini. Atau melalui akun-akun media sosial saya:

Facebook: Miranti Ali Mandela

Instagram: @dawami.foundation

Twitter: @mkwirawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s