Islam is not only for Muslims

April 2016 kemarin, salah satu Guru Besar dan Ulama Indonesia, Prof.Dr.KH Ali Mustafa Yaqub tutup usia. Kalau tidak salah,satu atau dua bulan setelah kematian Sang Tokoh Besar, salah satu santrinya yang berkawan dengan saya di facebook menawarkan salah satu buku beliau yang belum sempat diterbitkan. Buku ini, Islam is not only for muslims saya dapatkan dari santrinya beliau itu pertengahan tahun 2016 lalu. Sudah saya baca tapi belum sempat terus menulis reviewnya.

Begitu banyak pertanyaan dilontarkan kepada Kyai Ali Mustafa. Beberapa pertanyaan itu berusaha beliau jawab dengan kehadiran buku ini.Pada pengantar dan penutup buku, Tim Editor menjelaskan bagaimana proses buku ini menjadi suatu pencapaian. Selain sebab banyaknya lontaran pertanyaan, juga sebab Kyai Ali ingin mengusung nilai-nilai toleransi dan pluralisme. Isu-isu yang terangkat di masyarakat dunia hari ini mau tidak mau sedikit banyaknya menyentuh wilayah keislaman. Semua persoalan itu dijawab secara holistik namun mengena oleh Kyai Ali Mustafa.

Buku ini berisi 20 judul dengan deskripsi yang tidak terlalu rumit atau panjang. Seluruh tulisan di dalam buku ini menggunakan bahasa Inggris. Salah satu bab yang menjadi favorit saya berjudul Islam, Tolerance and Democracy. Berikut ini beberapa quote yang bisa saya kutip:

“For more than fourteen centuries ago, Islam guided its followers (the muslim people) for making tolerance and goodness to another people.”

“Islam ordered the muslim people for making tolerance and goodness to another people, especially the another religion followers by one requirement that the non-muslim people didn’t make any disturbance against the muslim people.”

“Tolerance and making goodness are part of the teaching of Islam. Tolerance is only allowed in mu’amalah (relation between human being). There is no tolerance in Aqidah (belief) and ibadah (worship).”

Buku ini juga mengupas hal-hal umum yang termasuk dalam pilar keislaman. Uniknya, meskipun membahas hal-hal yang mendasar dan esensi, Kyai Ali mengemasnya dengan kreatif. Misalnya, pada pembahasan Fasting During Ramadan: The Old History, tidak hanya secara syariat saja dibahas namun juga sedikit riwayat dan pendekatan jiwa manusia ketika berpuasa. Lalu beliau melanjutkan pembahasan puasa pada bab Ramadan and Consumerism. Kyai Ali dengan terang menunjukkan keprihatinannya terhadap budaya konsumeris di Indonesia, “Some people use Ramadan as the best moment to advertise their product and services; Ramadan Bazaar, Lebaran Sale, Ramadan Promo, Ramadan Expo, Lebaran Expo and so on.” Bahkan di momen Ramadan, ibadah Umrah juga erat dengan konsumerisme. Kyai Ali menulis, “Along with Ramadan consumerism, there is also a tendency for people to engage in umrah consumerism”

Semua pemaparan di dalam buku ini tidak serta merta menggurui atau menghasut bagi pembaca non muslim agar menjadi muslim. tidak. Buku ini adalah media yang tepat bagi siapa saja yang ingin mengetahui dan mempelajari inti ajaran Islam. Sekaligus membenahi apa yang selama ini banyak disalah artikan bahkan orang umat Islam sendiri.

Banyak orang mendengar tapi tidak menyimak. Banyak orang membaca namun tidak menghayati bacaannya. Dan banyak orang bertanya untuk tidak menemukan jawaban, namun malah menguji. Jadi, jika buku sejelas dan sebaik ini pemaparannya masih belum nampak perubahannya di masyarakat, kita semua harus saling mengintrospeksi diri. Selain minat baca masyarakat kita yang masih terlalu rendah (minat baca dari sumber yang valid dan bukan sekedar share dari internet saja), masyarakat kita masih punya sifat yang terakhir. Yaitu, bertanya bukan untuk mengerti namun untuk menguji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s