Geliat Islam di Rusia

“О люди! Воистину, Мы создали вас из мужчины и женщины и сделали вас народами и племенами, чтобы вы узнавали друг друга, и самый почитаемый перед Аллахом среди вас – наиболее богобоязненный. Воистину, Аллах – Знающий, Ведающий.”

-Alquran, Surah Al Hujurat (49) verses 13-

Buku yang merupakan catatan Diplomat RI untuk Russia ini diawali oleh ayat Alquran yang artinya, “Wahai manusia, sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Seorang Pimpinan Mufti Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin memberikan pengantar selanjutnya. Beliau mengapresiasi lahirnya buku ini sekaligus memberikan sedikit pembuka tentang Islam di Rusia secara singkat. Mufti Ravil mengatakan bahwa umat Islam di Rusia sebanyak 25 juta orang masih belum dikenal di kancah internasional. Beliau bahkan mengakui bahwa hal tersebut terjadi seakan-akan tertutup pada masa komunisme era Uni Soviet. Sejarah Islam di Rusia menurutnya sangat panjang dan lebih lama dari pada kedatangan kristen ortodoks dan bahkan jauh lebih mula dari pada kedatangan Islam di Indonesia. Beliau melaporkan, terdapat lebih dari 7 ribu masjid di Rusia, ratusan sekolah dan beberapa universitas Islam juga ada di sana. Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada M.Aji Surya selaku penulis buku Geliat Islam di Rusia atas kiprah beliau selama bertugas di KBRI Moskwa. Sungguh sebuah pengantar yang menyejukkan.

Terdapat 30 bab yang memaparkan hal-hal detil tentang Islam di Rusia. Mungkin yang paling mudah untuk memberikan gambaran tentang kedetilan buku ini adalah bab yang berjudul:

Kazan Kota Santri

Kota Kazan merupakan ibu kota dari negara bagian Rusia yang dikenal dengan Republik Tatarstan. Kebanyakan orang salah kaprah. Mereka mengira orang Kazan berasal dari Suku Tatar. Melalui pemandunya, penulis menjelaskan bahwa orang Kazan sebagiannya merupakan anak turun dari bangsa Eropa Timur (Bulgaria) yang telah bermigrasi ke Rusia jauh sebelum Islam masuk. Penghuni beragama Islam di kota inisekitar dua juta orang atau berarti separuh warga kota. Menurut pengakuan mereka, Islam datang melalui utusan penguasa Islam dari Baghdad (zaman Sahabat Nabi Muhammad) di abad ke-7 Masehi ketika Kazan masih menjadi bagian dari Bulgaria.

Masjid Biru dan Berkah Soekarno

Mungkin Anda pernah tahu kisah Masjid Biru di St. Petersburg? Ya, presiden RI pertama Ir. Soekarno pernah melayangkan kritik kepada Kremlin untuk mengizinkan umat Islam di St Petersburg beribadah kembali. Dulu, saat komunisme memimpin di masa Uni Soviet, semua masjid dan tempat ibadah lain dipusokan, dijadikan gudang. Namun kehadiran Ir. Soekarno kala itu berikut kritik beliau membuat Kremlin kembali memugar Masjid Biru yang sampai kini menjadi favorit wisata pelancong tanah air dan mempersilakan umat Islam beribadah.

Bertemu Cicit Nabi Muhammad

Siapa sangka, keturunan Rasulullah Muhammad Saw berasal dari Dagestan dan menjadi ulama di Rusia? Pada bab ini,penulis menceritakan pengalamannya langsung berjumpa dengan seseorang yang dikenal sebagai Cicitnya Nabi Muhammad Saw. Penulis menjelaskan ketakjubannya akan kehalusan budi orang tersebut dan ciri-ciri fisik yang dimilikinya. Semuanya itu mengingatkan penulis kepada sosok Rasulullah Saw. Hebatnya, jawaban dari tokoh itu ketika ditanya apakah benar ia Cicit Sang Nabi tidak mencerminkan kepongahan atau kesombongan. Ia malah mengajak kepada penulis untuk hidup bersaudara dan berbuat kebajikan.

Pujangga Muslim itu Mati Kelaparan

Pujangga Rusia umumnya dikenal orang dengan nama Leo Tolstoy, Pushkin dan Gorky. Mungkin karena karya mereka mendunia. Tidak seperti Gabdullah Tukay yang mengabdikan dirinya dan karyanya untuk Kota Kazan. Ia dikenal sebagai pendiri sastra Tatar Modern. Ia lahir 20 tahun setelah Maxim Gorky. Menurut Gorky, Gabdullah Tukay wafat pada tanggal 11 April 1913 sebab kelaparan dan penyakit TBC. Monumen sang pujangga muslim ini terdapat di Jalan Novokuznetskaya, Moskow.

This entry was posted in Journalistic, Review. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s