Perjalanan Jiwa Menuju Akhirat (Filsafat Eskatologi Mulla Shadra) karya Dr. Kholid Al-Walid

Kira-kira sewaktu duduk di semester lima, saya pernah melirik beberapa artikel berjudul Eskatologi. Melirik, ya hanya saya lirik. Bagaimanapun, saat itu handphone saya belum secanggih hari ini (meski sekarang pun belum canggih-canggih betul). Jadi, saya agak malas membaca artikel panjang di handphone.

Bagaimanapun, rasa penasaran saya cukup terjawab dengan buku karya Dr. Kholid Al-Walid. Buku yang berjudul Perjalanan Jiwa Menuju Akhirat (Filsafat Eskatologi Mulla Shadra) saya beli di toko online Instagram kalimetro_books pertengahan tahun 2016 dan menjelang akhir tahun (sekitar bulan September) baru selesai saya baca. Jujur saja, tidak mudah menyerap kalimat demi kalimat yang ada dari buku yang ternyata berasal dari disertasi ini. Saya jadi berkhayal kalau nanti bikin disertasi, akankah bisa diterbitkan penerbit mayor seperti ini? Keren banget pasti kan! (padahal sekolah magister aja belom haha).

Kembali ke buku ya hehe, buku ini berangkat dari suatu masalah. Tentang kekeliruan pemikir Muslim modern yang beranggapan kalau kajian Eskatologi sudah baku dan berakhir di tangan tokoh Muhammad Al-Ghazali. Penulis menyatakan bahwa hal tersebut adalah suatu kekeliruan sebab dengan membaca pemikiran Mulla Shadra, penulis menemukan hal lain yang lebih kompleks. Menurut Dr. Al-Walid, pemikiran Mulla Shadra merupakan keutuhan bangunan Islam yang mengombinasikan antara rasional dan doktrin spiritualitas. Pemikiran tentang Eskatologi Mulla Shadra ini adalah bagian dari upaya penulis untuk mengantar pembaca kepada Hikmah Al-Muta’aliyyah-nya Mulla Shadra.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, buku ini diterbitkan dari disertasi penulis. Beliau mengambil kajian Pemikiran Islam di Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta enam tahun silam. Tentu Anda bisa membayangkan bahwa sistematika penulisannya tidak jauh berbeda dari susunan disertasi. Terdapat empat bagian di dalamnya, dimulai dari memaparkan biografi Mulla Shadra, Prinsip-prinsip Filsafat beliau, Prinsip-prinsip Eskatologi dan terakhir Makna Peristiwa Eskatologi.

Eskatologi

Secara umum, doktrin eskatologi membahas tentang keyakinan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian akhir hidup manusia; kematian, hari kematian, hari kiamat, berakhirnya dunia, kebangkitan kembali, pengadilan akhir,surga-neraka dan seterusnya. Di dalam Islam, eskatologi dikenal sebagai ma’ad yang berarti tempat kembali. Berdasarkan Alquran surat 22:5-7. Prinsip ini menjadi satu bagian dalam keimanan Islam (alias rukun iman). Tanpa keyakinan tentang prinsip ini, maka batallah keimanan seseorang terhadap Islam. Demikian catatan inti buku tersebut.

Keutuhan pemikiran Mulla Shadra mengenai rasionalitas dan spiritualitas yang terkombinasi dengan baik menjadi inti bagi seseorang dalam mengimani hari akhir. Menurutnya dua hal penting dalam memandang akal ialah 1) kebenaran wahyu, kenabian serta agama berasal dari akal dan ia merupakan jembatan untuk sampai pada syariat. 2) akal manusia meski derajatnya lebih rendah dari wahyu dan agama dalam membimbing manusia, tapi kejelasannya dan kelugasannya tidak kurang dari wahyu. Mulla Shadra menjelaskan bahwa tiada pertentangan antara akal dan wahyu. Akal sehat dengan wahyu yang benar dalam pandangan beliau adalah satu warna. Pemikiran beliau ini merupakan corak unik yang utuh. Uniknya sebab prinsip-prinsip pemikiran yang membentuknya merupakan sistem filsafat berbeda dari dua arus utama filsafat sebelumnya yakni Peripatetik (yang didirikan Ibn Sina 370-428 H) dan  Iluminasionisme yang didirikan oleh Syaikh Isyraq (Isyraqiyyah). Sedangkan letak keutuhannya adalah seluruh prinsip yang dibangun Mulla Shadra saling berkaitan dengan dasar prinsip yaitu Wujud. Maka dari itu, filsafat Hikmah Al-Muta’aliyyah juga dikenal dengan istilah Filsafat Wujud.

Prinsip-prinsip Utama Filsafat Hikmah Al-Muta’aliyyah 

Terdapat beberapa prinsip utama yang dibahas cukup singkat di dalam buku ini. Saking singkatnya,saya tidak berani mengambil resume-nya walau satu atau dua kalimat. Jadi, saya hanya akan tulis beberapa poin prinsip tersebut saja (spoiler film aja nggak boleh gimana buku, ya nggak?). Akan lebih baik kalau Anda membacanya langsung ya. Prinsip-prinsip itu diantaranya;

  1. Prinsipalitas Wujud dan Kerelatifan Kuiditas
  2. Ambiguitas Wujud
  3. Kontinuitas Wujud
  4. Wujud Mental
  5. Prinsip Emanasi
  6. Gerakan Transubstansial
  7. Kesatuan antara Subjek dan Objek Pengetahuan
  8. Alam Imajinal

Selanjutnya, buku ini memaparkan lebih dalam mengenai Eskatologi dan prinsip-prinsipnya yang diusung oleh Mulla Shadra. Beberapa prinsip itu diantaranya:

  1. Argumentasi Eskatologis
  2. Realitas Jiwa
  3. Persoalan Reinkarnasi
  4. Sebelas Prinsip Dasar Eskatologi
  5. Kritik terhadap pandangan eskatologi pemikir muslim (kritik terhadap Ibn Sina, Al-Ghazali dan Syaikh Isyraq.

Bab terakhir buku ini berjudul Makna Peristiwa Eskatologi. Saya suka banget. Karena ketika membacanya, seakan-akan saya ikut masuk ke dalam proses yang dipaparkan. Saya membayangkan diri saya kelak yang mati dan mengikuti serangkaian peristiwa dalam kajian Eskatologi. Bukankah kematian itu pasti sedangkan jodoh belum tentu datang kepada manusia? #eh Maksudnya, anak muda sekarang banyak yang terlalu memikirkan kapan jodohnya datang, padahal belum tentu dia ditakdirkan berjodoh. Sedangkan mereka lupa bahwa jodoh yang benar-benar akan datang adalah mati. Maka, membaca sub-sub judul di dalam bab ini membuat saya merinding sekaligus bahagia. Merinding karena “Oh ya saya harus siapkan diri saya sebelum mati, lho.” Bahagianya karena, “Alhamdulillah saya diberikan kesempatan membaca pemikiran Filsuf besar yang mengantar saya pada kesadaran rasional dan spiritual.”

Bab ini akan menjelaskan kepada Anda makna-makna dari:

  1. Hakikat kematian dan alam kubur
  2. Nikmat dan azab kubur
  3. Keberlangsungan daya fisik pascakematian
  4. Hakikat kiamat
  5. Makna kebangkitan dan pengumpulan
  6. Bahan dasar akhirat
  7. Kebangkitan Jasmani dan Fisikalisasi Perbuatan
  8. Siraat, lembaran dan kitaab, penghitungan dan penimbangan
  9. Tingkatan-tingkatan dan keadaan manusia pada hari kiamat
  10. Hakikat Surga dan Neraka
  11. Kebahagiaan dan Penderitaan
  12. Makna keabadian dan kontinuitas pembaruan penghuni surga dan neraka

Buku ini dilengkapi juga dengan catatan kaki yang menyertakan lengkap kutipan aslinya. Juga ada Index nama pengarang yang membantu Anda menemukan rujukan istilah di dalam buku. Salah satu quote di dalam buku ini yang menjadi favorit saya adalah pernyataan Mulla Shadra tentang Wujud.

Beliau mengatakan, “Wujud seperti halnya level-level cahaya matahari yang merupakan permisalan Tuhan bagi alam materi. Bagaimana ia memancarkan dan menampilkan warna-warna pada cermin, tapi pada saat yang sama, semua itu sebenarnya hanya satu cahaya yang sama. Tiada perbedaan di antara semua cahaya itu, kecuali pada kekuatan dan kelemahan semata. (hal ini mengilustrasikan) Manusia yang terpaku hanya pada cermin beserta segenap warna yang ditampilkannya dan terhijab dengannya dari cahaya hakiki dari level-level hakiki yang terpancar turun, (maka) manusia itu tidak mampu memahami realitas Cahaya-Nya,”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s