Revolusi Arab

“…What the revolutions proved is that Arab eagerly yearn for democracy…”

-Dr. Rafik Abdessalem-

 

revolution-14913_960_720
revolusi arab dokumentasi http://www.pixabay.com

Semenjak revolusi Arab dimulai di Tunisia melalui aksi bakar diri yang dilakukan oleh Mohammed Bouazizi sebagai bentuk perlawanannya dalam protes marjinalisasi sosial-politik, Mohammed mampu menumbangkan rezim Ben Ali dan membakar semangat revolusi lebih menggelora serta mempengaruhi wilayah lain di Timur Tengah. Sebut saja Mesir, Libya, Syiria serta daerah lainnya.

Timur Tengah sebagaimana diketahui secara umum merupakan wilayah yang secara politis adalah bagian dari Asia dan Afrika-Eurasia. Secara bahasa, Timur Tengah yang terkenal dengan sebutan Middle East juga bisa disebut The Near East atau Timur Dekat yang mana sering digunakan oleh para arkeolog untuk menunjuk pada kawasan Syam yang terdiri dari Israel, Tepi Barat, Syiria (Suriah) dan Turki. Beberapa kajian mengenai asal-usul pemberian nama Timur Tengah dan Timur Dekat biasa juga dikenal dengan kajian Asia Barat Daya.

Dr. Bashar Al-Assad
Bashar Al Assad

Dalam pergerakannya, bisa dikatakan bahwa revolusi Arab terjadi setelah banyak sekali kegelisahan, kemarahan, kekecewaan dan kegagalan baik dalam aspek sosial, politik maupun ekonomi yang dialami beberapa negara di dalamnya secara berangsur-angsur dan tumpang tindih. Tumbangnya beberapa rezim pemerintahan dan kepemimpinan seperti Ben Ali di Tunisia, Mubarak di Mesir dan Moammar Khadafy di Libya tercipta setelah revolusi ini muncul. Seperti api yang berkobar cepat dan menular dari satu penjuru ke penjuru lainnya di dalam masyarakat dan dunia Arab. Dan kini kobaran api itu sudah menyulut serta kian mengganas di Syria (Suriah) di bawah pimpinan Bashar Al-Assad.

Menurut Dr. Rafik Abdessalem dalam laporannya mengenai Timur Tengah saat ini, revolusi tidak mampu menyamarkan kehadiran kekuatan akan dua tenaga besar yang tidak bisa diacuhkan atau akan mempengaruhi daerah-daerah Arab di masa yang akan datang dimana kedua tenaga itu adalah Tentara Arab dan Kaum Islam. Menurutnya, kedua hal tersebut mampu mengepakkan keseimbangan revolusi yang nantinya akan melanjutkan periode kepemimpinan selanjutnya. Baik itu secara langsung di Mesir atau tidak langsung seperti yang terjadi di Tunisia dan bagaimana Kaum Islam atau politik Islam mampu melihat kehadiran mereka dan mempengaruhi pertumbuhan akan politik dan budaya di Arab. Yang mana dari pernyataan tersebut, secara singkat dijelaskan oleh Dr. Rafik Abdessalem, “ In brief, these are the defining features of the Middle East in the years, if not decades, to come.”

Pada awalnya Timur Tengah baik secara pengertian, bahasa dan keberadaannya secara politis, budaya dan etnosentris masih diperdebatkan banyak orang. Termasuk di dalamnya para pakar, peneliti, arkeolog bahkan para ahli geografis. Konflik-konflik yang timbul sebab pergolakan di Timur Tengah turut memberikan warna dan definisi yang selalu berganti arti. Adanya keinginan revolusi Arab akan demokrasi dan perubahan politik cukup memberikan penjelasan bahwa konflik ini masih akan terus berkelanjutan.

Melihat dari sisi lain

Tidak ada salahnya jika kita mengambil hal-hal positif dari konflik yang ada. Karena setiap tragedi pasti memiliki dua sisi yang berbeda. Salah satunya bisa dibilang sisi negatif, dimana semua orang, pihak, dan negara sepakat itu adalah sisi tergelap dari suatu peristiwa. Namun di sisi lain bisa memungkinkan terdapat nilai positif yang masih tersirat atau mungkin terselubung karena gelapnya sisi negatif tersebut.

Kacamata kasat kita berbicara apa yang terpampang di media; aksi massa, pemberontakan, pembunuhan, brutal dan biadabnya rezim kepemimpinan di Timur Tengah membuat naluri amarah dalam tubuh kita meledak-ledak. Emosi jadi naik, pikiran terpusat pada buruknya tayangan yang disajikan media. Hasilnya bisa lebih buruk dari apa yang ada di media tersebut. Untuk beberapa masyarakat muslim yang beraliran radikal, mungkin cara berpikir mereka yang keras menyebabkan wujud nyata dari ilhamnya pun setara dengan apa yang ada di dalam benak mereka. Jauh-jauh dari kasus Timur Tengah saja. Sejak zaman Bung Karno hingga Susilo Bambang Yudhoyono, masyarakat muslim yang ‘gemar’ memberontak selalu menorehkan aksi di berbagai tempat. Menyebabkan stigma yang buruk terhadap muslim lainnya yang tidak ikut andil dalam aksi tersebut. Namun tentunya hal itu tidak akan terjadi dan tidak akan pernah terulang lagi untuk tahun-tahun selanjutnya jika kebanyakan dari kita, baik itu secara khusus masyarakat muslim dan umat-umat lainnya menanggapi segala sesuatu dari sisi yang lain.

moammar
Moammar Khadafy

Namanya manusia tentu memiliki sisi kemanusiaan. Contoh saja menilai sosok Moammar Khadafy dari segi kebaikan hatinya seperti yang saya baca di majalah Intisari keluaran November 2011. Jika boleh saya rangkum disitu, sisi tergelap mungkin diketahui lebih dulu dan lebih gamblang. Kenapa? Karena kebanyakan sisi tergelap itu menimbulkan banyak kesengsaraan dan penderitaan yang kebanyakan orang sulit untuk melupakan bahkan memaafkan. Semua orang tahu ketika dengan lalimnya Khadafy memberikan perintah secara langsung pengeboman pesawat Pan Am Flight 103 dalam penerbangan pesawat itu di Skotlandia, pada hari Rabu 21 Desember 1988 dan booming di media pada wawancara Mohamed Abud Al Jeleil dengan Koran Expressen Swedia, 21 Februari 2011 dengan istilah The Lockerbie Bombing.

Saya semakin terperanjat ketika mengetahui disitu tertulis bahwa pada usianya yang ke 27 tahun, Moammar mampu mengkudeta Raja Idris dan menjadikan Kitab Al-Akhdlar karangannya sebagai konstitusi. Sejak itu ia memimpin Libya dengan sistem Jamahiriyah atau republik rakyat tanpa perwakilan rakyat di dalamnya; termasuk tidak ada partai politik yang banyak sekali ditemukan di Indonesia.

 

Tentunya dengan daftar kezaliman seperti itu tidak dipungkiri bahwa kita menyangsikan adanya tindakan baik dari sosok tirani seperti Moammar. Namun inilah kenyataanya. Sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar seperti yang dimiliki juga oleh negara-negara Arab lainnya, Moammar mampu memberikan subsidi kepada rakyatnya dari hasil penjualan minyak tersebut. Selain pemberian listrik gratis kepada seluruh warga, bunga nol persen dari bank-bank yang ada di Libya, Moammar juga memberikan subsidi bagi mereka yang menikah dengan bentuk pembiayaan pembelian apartemen dan dana awal rumah tangga. Termasuk di dalamnya urusan lahir melahirkan, Moammar memperhatikan kemakmuran para wanita yang melahirkan mulai dari segi biaya, fasilitas dan kesehatan.

Terlebih sesaat sebelum Khadafy menjadi pemimpin, angka melek huruf di Libya sangat kecil. Peningkatan mutu atau kualitas edukasi yang diberikan Moammar kepada warganya menghasilkan angka yang sangat baik yaitu sekitar 82,6% masyarakat Libya yang berusia di atas 15 tahun melek huruf dan bisa menulis.

Seorang yang dikatakan zalim seperti sosok Moammar Khadafy saja masih bisa melakukan sekian banyak kebaikan dan kemakmuran untuk rakyatnya. Jika kita mau merunut dan menjabarkan kebaikan demi kebaikan mungkin sekeras apapun kemarahan di tengah revolusi Arab tidak akan mengorbankan banyak orang dan pihak. Sekalipun dalam perspektif muslim Arab hal tersebut sangat minim untuk diaplikasikan. Karena beberapa aliran radikal juga turut menghiasi setiap pergolakan yang ada.

Revolusi Arab menampilkan serentetan konflik yang dramatis. Jika ada pertanyaan mengenai kondisi Timur Tengah saat ini, saat pergolakan revolusi, mungkin belum ada yang dapat menjawabnya dengan pasti. Karena bisa jadi dari tahun ke tahun makna Timur Tengah itu akan selalu berganti. Tergantung pada aspek apa ia dipandang dan dari segi mana ia dibahas serta diletakkan.

Sumber Bacaan:

  1. Dr. Rafik Abdessalem on his paper, “How Does The Middle East Look Today?”. His paper was written as part of a conference at the Frankfurt Book Fair in October 2011. Originally published by The Doha-based Aljazeera Centre for Studies in English
  2. http://www.aljazeera.net/studies
  3. “KHADAFY: Bengis atau Baik Hati.” Oleh M. Sholekhudin, Jeffrey Satria dan Lily Wibisono, hal 58 s.d 63. Majalah Intisari edisi November 2011
  4. http://www.intisari-online.com

Cikarang, Jawa Barat

29 Dec. 11 Pukul 08.03 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s