Semesta Cinta (Pengantar Kepada Pemikiran Ibn Arabi)

Salah satu lagu kegemaran saya berasal dari syair milik Ibn ‘Arabi. Jika Anda mencarinya di youtube, Anda mudah menemukannya dengan judul Ode Ibn ‘Arabi. Syair yang kemudian dilagukan oleh Amina Alaoui, menjadi salah satu soundtrack di film internasional “Le Grand Voyage” atau dalam bahasa Arab-nya “Ar-Richlah Al-Kubra”. Saya sudah menyukai film ini sejak kelas lima SD. Setiap malam takbiran, salah satu TV swasta di Indonesia kerap memutar film ini (kadang diselingi juga dengan Children of Heaven atau The Message). Saya memiliki DVD filmnya dan memindahkan ke laptop saya sampai akhirnya saya menyadari bahwa lirik lagu yang dinyanyikan Amina Alaoui merupakan karya seorang sufi kenamaan. Beliau bernama Ibn ‘Arabi. Lirik syair yang beliau tulis amat menggugah jiwa saya. Percaya atau tidak, dengan merenungi syair itu saja saya sudah bisa menjadi pribadi yang lebih toleran. Bisa dibilang, berdasarkan pengalaman ini saya menjadi tertarik dengan pemikiran Ibn ‘Arabi. Sayang, selama saya kuliah di Sastra Arab, saya kurang rajin membaca buku-buku tasawuf. Hanya sekilas-sekilas, hasil resume orang lain, dan puisi-puisi sufi. Pemikiran Ibn ‘Arabi juga kompleks dan saya yang kala itu berjuang skripsi dengan tema lain kurang menyiapkan diri menerima pemikiran Ibn ‘Arabi. Kini, setelah saya lulus, saya amat senang mengetahui Dr. Haidar Bagir sudah menerbitkan buku pengantar kepada pemikiran Ibn ‘Arabi dengan juga mencantumkan referensi yang keren. Sebelum saya mulai review saya tentang buku Semesta Cinta, saya akan hadirkan cuplikan Ode Ibn ‘Arabi (terjemahan bahasa Inggris) yang saya kutip dari Ibn ‘Arabi’s mystical poetics:

“My heart has come to accept every form

A pasture for gazelles, a monastery for monks

A house for idols, Kaaba for the pilgrim

The tablets of the Torah, the book of the Quran:

I believe in the religion of love: wherever its caravans

may lead, for Love is my religion and my faith.”

(tarjuman al-ashwaaq: collection of a mystical odes translated by Reynold A Nicholson, London Teosophical Publishing House 1978)

19f0b083-4859-4b1d-97fd-fdf8a233c74a
dokumentasi google

Tentang Buku Semesta Cinta 

Judul buku: Semesta Cinta (Pengantar kepada Pemikiran Ibn Arabi)

Penulis (penyusun): Dr. Haidar Bagir

ISBN: 978-602-385-039-6

Penerbit: Mizan

Editor/Penyelaras kata: Lina Sellin

Penyunting: Azam Bahtiar

Penata aksara dan sampul: Zuhri AS

Tanggal Terbit: cetakan I, November 2015

Harga: Rp 45.900 (beli di online Mizan)

Kondisi Fisik Buku:

Don’t judge the book by its cover!” nyatanya kita manusia, tidak usah munafik pasti mempertimbangkan cover buku sebelum membeli. Meski alasan utama saya membeli buku ini bukan karena covernya yang cantik, namun begitu melihat wajah si buku saya makin mantap untuk membeli. Bahkan seiring saya membaca, saya mengamati cover Semesta Cinta berkali-kali setiap ingin membacanya. Di bagian dalam buku ini, dijelaskan bahwa ternyata cover Semesta Cinta bertema “Night of The Mystic” dibuat oleh Freydoon Rassouli, seniman bergaya fusion art (kolaborasi seni) asal Iran. Anda bisa menikmati karya-karya Rassouli dan mengikuti progressnya di http://www.rassouli.com. Komentar saya tentang cover ini tentu sebuah decakan kagum. Saya hampir tidak pernah bisa menolak keelokan karya seni. Apalagi fusion art dari cover Semesta Cinta sangat merepresentasikan sosok Ibn ‘Arabi dan pemikirannya dengan amat mistis!

Garis besar isi buku:

Buku ini sebenarnya terdiri dari enam bagian. Urutannya sistematis, membuat pembaca mudah mengerti untuk masuk ke alam pikir Ibn ‘Arabi. Bagian pendahuluan berisi pengantar dari penulis, pendahuluan dan ikhtisar Panduan bagi Musafir Cinta yang ditulis Ibn ‘Arabi. Sengaja dihadirkan di awal sebagai pembuka yang cantas, juga layaknya Risalah al-Ahadiyyah dan kumpulan doa di bagian akhir untuk memberikan pengalaman langsung pembaca terhadap tulisan Ibn ‘Arabi. Pada bagian pertama, buku ini mengupas tentang siapakah Ibn Arabi, transmisi pemikirannya, pemikiran Ibn Arabi di Indonesia, serta pemikiran Ibn Arabi tentang agama, syari’ah, ilmu, metodologi dan bahasa, ta’wil, tasawuf dan suluk.
Bagian kedua buku ini mulai masuk pada substansi pemikiran Ibn Arabi seperti apakah wahdah al-wujud, beberapa perumpamaan, tingkatan manusia, hierarki wujud, al-ayan al-tsabitah dan alam ciptaan, tajalli, tasybih dan tanzih, barzakh serta alam imajinal.
Selepas bagian pertama dan kedua, penyusun membuat ruang lingkup berjudul Risalah tentang Yang Esa lalu ditutup dengan epilog yang menunjukkan bahwa Rahmat Tuhan melebihi dari kemurkaan-Nya.
Secara EYD, tulisan di dalam buku ini tidak memiliki kesalahan yang berarti. Penyusun adalah seorang akademik dan penulis beberapa buku laris maka pengalamannya dalam menulis sudah mumpuni. Semesta Cinta memberikan sebuah jalan tengah bagi siapa saja yang ingin menemukan risalah cinta kehidupan dengan mempelajari pemikiran Ibn Arabi. Buku yang disusun secara sederhana namun cukup kompleks ini menurut saya sangat cocok bila dijadikan buku ajar untuk mahasiswa S1 filsafat, sastra Arab, kajian Timur Tengah dan lainnya yang memiliki relasi. Buku ini tidak hanya tepat bagi akademik tapi juga lapisan masyarakat manapun yang punya kecenderungan ke akademik.
Semesta Cinta dikatakan oleh penyusunnya,

“…sebagaimana saya tak bermaksud menjadikan diri saya ahli pemikiran Ibn Arabi, terlebih lagi saya tak ingin menjadikan pembaca saya ahli ibn Arabi pula. Tepatnya, bukan saya tak ingin, tapi saya tak bisa–kalaupun saya ingin. Apalagi, ke mana-mana saya katakan, saya bukan hali filsafat dan tawasuf dan, kalaupun bisa menjadi demikian, maksud saya bukanlah untuk menyumbang pada wacana akademik. Saya ingin melakukan transformasi atas diri saya, dan membaginya dengan orang lain. Bagi saya, ujung pemikiran dan gagasan apapun sedalam-dalamnya ia, adalah mengubah orang, menjadikannya manusia yang lebih baik. Saya, bahkan ketika berbicara filsafat dan ‘Irfan–tasawuf teoretis–adalah tetap seorang aktivis.

Meski demikian, Untuk yang benar-benar awam dengan istilah akademik rasanya akan mengalami sedikit kesulitan dalam memahami. Penyusun dengan segala latar belakang akademisnya tentu membawakan penulisan kata demi kata dengan berbagai istilah akademik meski sudah berusaha untuk mengatakan bahwa buku ini tidak diwacanakan akademis.
Bagaimanapun, buku ini bisa dibilang buku paling sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia untuk mengantarkan kita pada pemikiran Ibn Arabi. Beberapa sumber bacaan valid juga disertakan sehingga jika pembaca tertarik mempelajari lebih jauh bisa dengan mudah mengaksesnya.

Over all, saya merasa buku ini memberi manfaat sangat banyak. Dengan susunan sistematis plus berbahasa Indonesia memberikan arahan yang jelas tentang “menuju ke pemikiran Ibn Arabi.” Semoga bermanfaat, selamat membaca dan belajar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s