Rahasia Tidur

Sejak kecil saya diajarkan berdoa untuk diwafatkan dalam keadaan sebaik-baiknya. Saat itu, saya membayangkan jika mati dalam keadaan sujud adalah yang terbaik. Sebab sujud seperti yang kita ketahui adalah momen paling dekat dengan Allah (lebih dekat dari urat nadi kita sendiri). Namun, semakin saya dewasa dan menjumpai beberapa pengalaman mistis saat tidur, saya merasa wafat saat tidur adalah yang sebaik-baiknya.
 
Untuk itu saya mencari tahu apa yang bisa mengantar saya pada ibadah terbaik sebelum saya wafat di saat tidur. Ceritanya, saya kerap sekali dijahili roh halus dan bangsa jin. Hal ini bermula sejak saya kecil, mampu melihat apa yang tidak dilihat oleh orang tua saya. Saya kerap berbicara sendiri, saya merasa ada seseorang di depan saya namun ibu saya mengatakan, tidak ada siapapun di hadapan saya. 
 
Gangguan itu kerap masuk pula ke dalam mimpi. Mungkin bagi manusia lain, mimpi hanyalah suatu hal yang biasa. Bagi saya, mimpi semacam atmosfer lain dari atmosfer dunia. Bahkan terkadang saya merasa berjalan-jalan di dalam mimpi saya, merasakan sakit sungguhan, sedih teramat sangat dan seterusnya. Sejak itu, saya percaya bahwa tidur merupakan ‘sebuah latihan’ layaknya mati. Banyak juga yang wafat saat tidur. Di keluarga saya, nenek Taslima meninggal saat tidur menjelang subuh. Dengan bibir baru saja mengucap zikir. 
 
Tidur dikatakan oleh Ibn Arabi sebagai sebuah kematian kecil. Sebelum saya mengetahui bahwa ternyata tidur memang benar kematian kecil, saya sudah yakin bahwa itu suatu bentuk latihan untuk mati. Dan berkat gangguan roh halus dan bangsa jin kala itu, saya sering membaca surah Al-Ikhlas, An-Nas dan Al-Falaq sebelum tidur. Praktiknya, saya baca satu persatu surat tersebut, saya juga membaca syahadatain lalu menyebulkan angin ke telapak tangan saya dan saya urapi seluruh tubuh saya dari kepala hingga kaki. Hal itu menjadi kebiasaan saya sampai hari ini. Jika saya berdoa dengan cara seperti itu sebelum tidur, saya akan aman dalam tidur, tidak ada makhluk halus yang mengganggu dan tidak ada mimpi.
Namun, bicara soal mimpi, saya pernah bermimpi seperti jumpa dengan Rasulullah Saw sewaktu saya duduk di kelas 4 SD. Saya anak bandel, tidak pernah mau menuruti nasihat ibu saya. Saat itu bulan ramadhan, saya baru saja melakukan suatu kesalahan dan tidak mau meminta maaf kepada ibu saya. Selepas ashar, karena aktifitas banyak di sekolah, saya tidur. Dengan niat, saat bangun sudah adzan magrib. Sebelum tidur, saya berdoa kepada Allah. Isi doanya masih saya ingat, “Ya Allah saya tahu saya salah. Saya ingin tidur dulu sebelum minta maaf pada mami saya. Karena mami saya saat ini masih marah. Semoga saya masih bisa bangun lagi.” Lalu saya membaca doa tidur dan lelap. Di dalam mimpi saya, saya melihat sebuah pintu tinggi berwarna abu-abu mendekati keperakan. Saya berdiri di ambangnya dan melihat sinaran putih dari jauh sana. Di balik pintu tinggi itu saya bisa melihat taman yang hijau dan sejuk. Saya melangkahkan kaki sedikit demi sedikit sampai masuk di balik pintu. Sinar itu perlahan turun menghampiri saya. Membentuk sesosok lelaki bersurban yang tinggi bergamis putih dengan jenggot panjang. Saya tidak tahu siapa dia dan dia tidak mengenalkan siapa dirinya. Saya hanya membatin, “apakah ini Rasulullah?” 
 
Lelaki itu menunjukkan jemari telunjuk kanannya di muka saya dan berkata, “Turutilah nasihat orangtuamu.” Lalu saya bangun sekejap mata. Saya kaget. Ketakutan (takut namun juga tenang–suatu perasaan yang sulit dijelaskan) dan lupa berdoa bangun dari tidur. Dalam keadaan jantung berdebar saya menemui ibu saya yang sudah menyiapkan saya jus melon untuk berbuka. Saya segera meminta maaf kepada beliau dan menceritakan mimpi saya. Beliau yang kemudian mengatakan bahwa anggap saja itu perjumpaan dengan Rasulullah. Jangan lupa bersyukur dan ingat baik-baik pesan itu. 
 
Ibu saya yakin kala itu yang saya temui adalah Rasulullah. Menurutnya, saya sewaktu kecil hobi menyanyi Salawat. Saya kurang suka dengan hafalan Quran tetapi saya senang dengan Salawat Nabi. Hampir setiap menitnya saya bersalawat, dan itu yang membuat ibu saya yakin bahwa itu perjumpaan dengan Rasulullah. Saya sendiri mengatakan, “hanya Allah yang tahu.”
 
Kini ketika saya menaruh simpati terhadap tasawuf, saya begitu senang membaca risalah doa yang ditulis Ibn Arabi. Beliau mengajarkan bahwa jika kita hendak tidur, kita harus meniatkan diri berjumpa dengan Allah. Menurutnya, tidur adalah perjumpaan dengan Allah. Jika kita cinta berjumpa dengan Allah maka Allah pun akan cinta untuk berjumpa dengan kita. Di dalam surat az-zumar (39) ayat 42 diterangkan; “Allah memegang jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.
 
Ibn Arabi menganjurkan kita berdoa sebelum tidur dengan doa ini:
 
Ya, Allah! Sungguh aku pasrahkan jiwaku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku kembalikan punggungku kepada-Mu, karena takut dan harap kepada-Mu. Tak ada tempat kembali dan keselamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus. Ya, Allah! Dengan nama-Mu aku hidup, dengan nama-Mu aku mati. Mahasuci Engkau, Tuhanku! Untukmu aku baringkan tubuhku dan dengan-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau membiarkan jiwaku tetap tertahan maka ampunilah ia; dan jika Engkau melepaskan maka lindungilah ia, sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang baik.”
 
(Jika Anda tertarik membaca beberapa risalah doa Ibn Arabi yang simple, silakan membeli buku Semesta Cinta Pengantar kepada Pemikiran Ibn Arabi)
This entry was posted in Journal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s