Mengapa Memilih ISLAM?

Mengapa Memilih Islam
karya Suzanne Haneef
• Islam tidak mengklaim sebagai suatu agama baru, melainkan agama sejati atau fitrah yang akar-akarnya terhunjam dalam pada kesadaran manusia sejak ia menginjakkan kakinya di bumi, karena sang pencipta itu sendiri telah menempatkannya di sana.
• Ciri para nabi yakni kepasrahan total dan kedekatan mereka kepada Allah, kelurusan perilaku dan komitmen tanpa pamrih mereka terhadap misi yang mereka emban.
• Lepas dari kemerosotan dan perbudakan, kepasrahan khas manusia kepada sang pencipta itu sendiri memuliakannya. Karena dengan begini dia terbebas dari pematuhan dan pengabdian kepada selain Allah, satu-satunya yang maujud yang mesti diabdi dan ditaati.
• Laailahaillallahu dan Muhammadarrasulullah merupakan ikrar keimanan yang kuat membebaskan pengikrarnya dari kepasrahan kepada selain Allah yang Maha Tinggi.
• Pemahaman Barat, sains adalah Tuhan terbesar manusia karena bisa menjelaskan secara real dan bermanfaat dalam kehidupan. Mereka condong tidak peduli dengan Adialam (ghoib). Ironisnya, di sisi lain ada juga sekelompok paham pro-Adialam dengan dasar dugaan atau terkaan saja. Namun dalam Islam, Allah adalah pusat kenyataan meski tidak bisa dilihat.
• Kala manusia-menurut Alquran-masih berupa, “sesuatu yang (bahkan) belum disebut” (QS 76:1). Allah menjadikannya ada dari sperma dan telur di dalam badan kedua orang tuanya menjadi embrio yang tumbuh di dalam rahim ibunya, kemudian hidup sendiri begitu dilahirkan ke dunia: dari bayi tidak berdaya menjadi anak-anak, lemah dan tak berdaya lagi. Kemudian memasuki kehidupan lain yang merupakan akhir semua manusia. Dalam kehidupan itu, mereka yang mengakui Allah sebagai Tuhan mereka, mengikuti petunjuk-Nya dan berupaya mematuhi-Nya akan berada dalam kebahagiaan dan abadi yang tidak dapat dibayangkan manusia, sedangkan mereka yang mengingkari_nya dan mengabdikan diri kepada selain Allah, menolak petunjuk-Nya dan hidup semaunya, akan berada dalam keadaan mengerikan yang tak terkirakan, menderita dan tersiksa hidup-hidup.
• Islam menegaskan bahwa Tuhan yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, pencipta dan pemelihara segala yang ada, memiliki sifat yang jauh lebih tinggi dari yang digambarkan manusia. Dia juga tidak berbatas seperti manusia atau segala yang diciptakan-Nya. Dia tidak berbadan atau berbentuk, tidak bersifat fisik atau karakteristik. Sifat-sifat-Nya tidak terbatas seperti berawal dan akhir, beranak atau diperanakkan, punya dimensi-dimensi fisik atau kebutuhan-kebutuhan seperti perlu makanan, istirahat atau mencari nafkah karena Dialah Pemberi sifat-sifat dan dimensi-dimensi kepada ciptaan-Nya, sementara Dia sendiri terlepas sepenuhnya dari semua itu. (QS 59:22-24)
This entry was posted in Journalistic, Resume. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s