Pengantar Ilmu Sharaf

Ilmu-ilmu bahasa Arab pada masa jahiliyyah, Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, Daulah Bani Umayyah dapat bertahan dengan kuat dari pengaruh bahasa asing. Hal itu karena baik para pemimpin maupun umumnya bangsa Arab selalu menjaga kefasihan dan kemurnian bahasa Arab. Akan tetapi sejak berdirinya Daulah Bani Abasiyyah, kemurnian bahasa Arab mulai goyah. Hal ini dikarenakan orang-orang Persia yang menopang berdirinya daulah ini makin lama makin bertambah pengaruh dan peranannya. Keadaan seperti ini menimbulkan bangkitnya kesadaran para ahli bahasa Arab untuk menyusun kaidah-kaidah bahasa Arab. Usaha tersebut menyebabkan timbulnya bermacam-macam ilmu tentang bahasa Arab. Dengan demikian ilmu-ilmu bahasa Arab adalah semua ilmu tentang hal bahasa Arab yang gunanya untuk menjaga ucapan dan tulisan dari kesalahan. Contoh salah satu ilmu ini adalah Ilmu Sharaf atau morfologi bahasa Arab. Menurut bahasa, sharaf adalah yang bermakna perubahan atau pergeseran. Menurut Al-Ghulayayni secara istilah, Sharaf adalah kaidah-kaidah yang menjelaskan kepada kita tentang bagaimana seharusnya keadaan kata-kata sebelum tersusun dalam kalimat.
Menurut Harimurti Trida Laksana, morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya. Morfem menurut Moh. Ali Al-Khuli dalam bukunya di halaman 174 :(morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki arti). Masih menurut Al-Khuli, morfologi atau sharaf adalah cabang ilmu tata bahasa yang membahas susunan kata dari segi prefiks, sufiks, infiks dan akar kata. Pada dasarnya, Ilmu Sharaf menjadi satu dengan Ilmu Nahwu dan disebut qowaid sebagaimana kitab Imam Sibaweh. Kemudian Abu Muslim Muadz menjadi yang pertama kali mencetuskan pembahasan dan menyusun Ilmu Sharaf dengan membuat banyak latihan Tashrif. Maka dari itulah Ilmu Sharaf juga merupakan Tashrif yang artinya perubahan.
Adanya penjelasan secara garis besar mengenai latar belakang Ilmu Sharaf sebagai salah satu cabang ilmu bahasa Arab, timbullah kesadaran membuat makalah ini berdasarkan urutan judul bab dalam Ilmu Sharaf di semester genap yaitu:
• Isim Mudzakkar dan Isim Muannats
• An-Nisbah • At-Tashgir
• An-Nakirah dan Al-Ma’rifah
• Isim ‘Alam
• Isim Isyarah
• Isim Maushul
• Al-Ismul Muqtarin bi-al
• Al Mu’arraf bil-idhafah
• Al-Munada Al-Maqshud
• Al-Jamid
• Al-Musytaq
Masing-masing dari materi yang ada di dalam Ilmu Sharaf memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda. Dan dari perbedaan itulah yang akan menyempurnakan kata menjadi kalimat-kalimat yang tersusun rapi, yang kemudian akan dipelajari di dalam Ilmu Nahwu. Baik Ilmu Sharaf dan Ilmu Nahwu memiliki keterkaitan, namun pada dasarnya Ilmu Sharaf merupakan pondasi bagi seseorang untuk bisa melangkah lebih jauh dalam mempelajari dan mendalami Bahasa Arab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s