Pra Islam

Kondisi Pra Islam
Sumber peradaban itu sejak lebih dari 6000 tahun yang lalu adalah dari Mesir. Sedangkan zaman sebelum itu dimasukkan orang ke dalam kategori pra-sejarah. Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban pertama itu ke Yunani atau Romawi. Di Mesir dilahirkan Musa dan dalam pangkuan Firaun ia dibesarkan dan diasuh dan di tangan para pendeta dan pemuka-pemuka agama kerajaan itu ia mengetahui ke-esaan Tuhan dan rahasia-rahasia alam. Setelah datang izin Tuhan kepadanya supaya ia membimbing umat di tengah-tengah Firaun yang berkata kepada rakyatnya: “Akulah Tuhanmu yang Tertinggi” ia pun berhadapan dengan Firaun sendiri dan tukang-tukang sihirnya sehingga akhirnya terpaksa ia bersama-sama orang-orang Israil yang lain pindah ke Palestina. Dan di Palestina ini pula dilahirkan Isa, Ruh dan firman Allah yang ditiupkan ke dalam diri Maryam. Setelah Tuhan menarik kembali Isa putera Maryam, murid-muridnya kemudian menyebarkan agama Nasrani yang dianjurkan Isa itu. Mereka dan pengikut-pengikut mereka mengalami bermacam-macam penganiayaan. Kemudian setelah dengan kehendak Tuhan agam ini tersebar, datanglah Maharaja Romawi yang menguasai dunia ketika itu, membawa panji agama Nasrani. Seluruh kerajaan Romawi kini telah menganut agama Isa. Puncak keruntuhan kerajaan Romawi ialah tatkala pasukan vandal yang buas itu datang menyerbunya dan mengambil kekuasaan pemerintahan di tangannya. Peristiwa ini telah menimbulkan bekas yang dalam pada agama masehi yang tumbuh dalam pangkuan kerajaan Romawi. Mereka yang sudah beriman pada Isa itu telah mengalami pengorbanan-pengorbanan besar, berada dalam ketakutan di bawah kekuasaan vandal itu.
Sejarah Bangsa Arab Pra Islam Bangsa Arab terbagi menjadi dua bagian yaitu penduduk gurun pasir dan penduduk negeri.
Penduduk gurun pasir, karena mereka kurang memelihara kebudayaan sebab selalu hancur dengan peperangan, mereka juga buta huruf, dan saling berebut kekuasaan seperti sumber daya alam air, padang rumput, dan sebagainya, maka yang diketahui tentang penduduk ini hanyalah riwayatnya 50 tahun sebelum kedatangan Islam. Selebihnya tidak terdapat sejarah mengenainya. Sedangkan penduduk negeri adalah penduduk jazirah Arab bagian selatan, kerajaan Hirah dan Ghassan, serta beberapa kota di tanah Hejaz. Ilmu Bumi Jazirah Arab Jazirah dalam bahasa Arab berarti pulau, berarti Pulau Arab.
Salah seorang ilmuwan Islam dari jazirah Arab adalah Abu Ali Muhammad Al-Hassan Ibnu Al-Haitham. Lahir di Basra 965 wafat di Kairo 1039. Dikenal sebagai kalangan cerdik pandai di Barat dengan nama Alhazen. Adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon dan Kepler. Namun jasa beliau telah dicuri oleh ilmuwan barat yang tidak mengakui bahwa itu semua berkat Ibnu Haitham. Negeri-negeri Yaman. Negeri ini tempat tumbuh kebudayaan yang paling penting yang pernah tumbuh di jazirah Arab sebelum Islam datang. Kata Yaman berasal dari kata Yumn yang berarti berkat, dinamai demikian karena di negeri ini banyak berkat dan kebaikan.
Diantara kerajaan-kerajaan yang penting yang pernah ada di Yaman adalah kerjaan ma’in, Qutban, Saba’ dan Himyar. Kerajaan Ma’in dan Qutban roboh lalu ditengah puing kerobohan mereka, muncullah kerajaan Saba’. Kerajaan Saba’ Kerajaan ini berdiri pada tahun 115 SM. Terkenal karena Ratunya yang bernama Bilqist. Kisah ini diabadikan dalam alquran surah Naml ayat 20-44. Kemudian terkenal pula akan bendungan ma’rib yang terkenal dalam sejarah. Bendungan ini dibangun oleh arsitek-arsitek Yaman yang ahli dalam ilmu bangunan. Merupakan bendungan dari dua buah gunung dan mencegah banjir untuk dataran rendah di sekitarnya. Namun di akhir masa kejayaan, mereka tidak dapat memelihara bendungan ini lalu hancurlah dan datanglah banjir bah yang tertulis di surah saba’ ayat 16. Karena banjir itu, masyarakat saba’ berbondong-bondong hijrah ke bagian utara jazirah arab dan berdirilah kerajaan Himyar. Kerajaan Himyar Kerajaan ini dikisahkan pernah membawa balatentara mereka menjelajah sampai ke Irak dan Bahrain. Juga pernah memiliki armada besar yang membawa barang-barang perniagaan dari India, Tiongkok, Somalia dan Sumatera ke pelabuhan-pelabuhan Yaman. Yaman pun akhirnya terjajah karena kesuburannya, ia dijajah oleh bangsa Romawi, Habsyl dan Persia. Kerajaan Hirah dan Ghassan merupakan kerajaan-kerajaan keturunan Yaman yang sudah dikuasai oleh Persia dan Romawi namun memegang peranan penting dalam menyiarkan berbagai macam kebudayaan Persia dan romawi ke jazirah arab. Kebudayaan itu diantaranya, agama, ilmu pengetahuan umum, tulis baca, ilmu pengetahuan ketentaraan dan lain-lain. Kerajaan Hejaz berbeda dengan kerajaan lain, ia tidak pernah diduduki atau dipengaruhi bangsa lain. Bisa jadi karena kemiskinannya, atau sejak menjadi ka’bah sehingga mereka berusaha menghindarkan penjajah.
This entry was posted in Journalistic, Middle Eastern Studies, Resume. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s